Kasus penyiksaan mahasiswi Makassar dengan modus lowongan kerja palsu.Modus Penipuan Lowongan Kerja Berujung Pemerkosaan di Makassar

, CNN Indonesia — Seorang pria bernama Ferry Daeng Rumpa (31) ditangkap di Pelabuhan Tanjung Priok, Surabaya, setelah terlibat kasus penyekapan dan terhadap seorang asal Kalimantan Utara, MA (21). Penangkapan ini terjadi setelah pelaku melancarkan aksinya dengan modus menawarkan pekerjaan sebagai pengasuh anak melalui media sosial.

Kepala Polrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengonfirmasi bahwa pelaku ditangkap pada Minggu, 17 Mei. Kasus ini bermula ketika pelaku memasang iklan lowongan pekerjaan di Facebook, menarik perhatian korban yang kemudian menghubungi pelaku dan diminta datang ke lokasi yang telah disiapkan.

Setelah tiba di lokasi, korban diberitahu bahwa posisi sebagai babysitter belum tersedia, dan diminta untuk bekerja sementara sebagai pembantu rumah tangga. Korban pun tinggal di rumah tersebut selama dua hari sebelum pelaku mulai melakukan aksi keji. Pada hari ketiga, pelaku masuk ke kamar korban dengan mengancam menggunakan cutter untuk mencegah korban berteriak atau melawan, sebelum akhirnya memperkosa korban.

Selama disekap, korban tidak hanya mengalami kekerasan seksual, tetapi juga kehilangan barang-barang berharga, termasuk uang, telepon genggam, dan sepeda motor yang dijual oleh pelaku. Dalam kondisi terikat, dengan mulut yang dilakban, korban akhirnya berhasil melarikan diri setelah mengalami pemerkosaan berulang kali.

Setelah menerima laporan dari korban, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan. Terungkap bahwa rumah tempat pelaku menyekap korban adalah rumah sewa harian dengan tarif Rp300 ribu dan bukan tempat tinggal tetap pelaku. Awalnya, petugas mengira pelaku melarikan diri ke Sumatera, namun penyelidikan menunjukkan bahwa pelaku justru pergi ke Surabaya menggunakan kapal laut.

Pelaku ditangkap di Surabaya saat berusaha mencari korban baru dengan memasang lowongan pekerjaan palsu di Facebook. Arya menjelaskan bahwa pelaku diduga telah menyiapkan modus serupa di kota tersebut. Meskipun pelaku mengaku bahwa ini adalah kali pertama ia melakukan tindakan serupa, pihak kepolisian mencurigai bahwa masih ada korban lain dan mencatat bahwa pelaku sebelumnya pernah terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor di Kabupaten Takalar.

Pihak kepolisian kini mendalami kemungkinan tindak pidana lain yang mungkin dilakukan pelaku, meskipun saat ini belum ditemukan indikasi adanya jaringan lain yang terlibat. Pelaku diduga bertindak sendiri dalam menjalankan aksinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *